Mengikuti Jejak Nabi

mengikuti sunnah nabi dalam pengobatan

Thibbun Nabawi

Setiap penyakit pasti ada obatnya

Thibbun Nabawi

apabila aku sakit, maka allah yang menyembuhkannya

Thibbun Nabawi

berobatlah dengan Al-qur'an dan makanan yang dianjurkan olah nabi muhammad

Thibbun Nabawi

diambil dari buku Thibbun Nabawi, karangan Ibnu Qoyyim Al-Zaujiah

Minggu, 10 Juni 2012

PERBEDAAN ANTARA KESURUPAN DAN WASWAS Sabtu, 29-Januari-2011, Penulis: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad Al-Imam

Kesurupan dan waswas memiliki persamaan dan perbedaaan dalam beberapa perkara.

Persamaannya yaitu : Keduanya adalah cara syaitan menguasai manusia.

Perbedaan antara kesurupan dan waswas adalah sebagai berikut :

Pertama : Waswas bersifat lebih umum sedangkan kesurupan lebih khusus. Sebagian manusia memberikan waswas kepada sebagian yang lain. Para syaitan dari kalangan jin juga sebagiannya memberikan waswas kepada sebagian yang lain. Di samping itu, para syaitan juga memberikan waswas kepada manusia dan tidak ada seorang pun yang selamat dari waswas ini. Adapun kerasukan, hanya sedikit orang yang mengalaminya. Waswas merupakan bisikan halus. Adapun sihir dan kerasukan, maka manusia tidak mampu merasuki jin karena manusia tidak mampu menguasai jin dengan masuk ke dalam tubuhnya.

Kedua : Kerasukan muncul disebabkan penguasaan syaitan dari kalangan jin terhadap sebagian manusia, baik secara langsung dari jin itu sendiri maupun karena diutus oleh tukang sihir. Adapun waswas ini hanyalah persangkaan dan khayalan yang tidak benar.

Ketiga : Orang yang tertimpa waswas diperingatkan agar tidak menerima waswas tersebut. Sedangkan orang yang kerasukan dicegah dengan jalan memukul jin jika jin itu nampak, mencekik atau kadang-kadang mengikatnya sampai jin itu tidak bisa lari.

Keempat : Orang yang kerasukan, jika jinnya sudah keluar maka dia berdiri dalam keadaan dia tidak tahu apa yang telah terjadi, merasa gembira dan mengucapkan dzikrullah.

Kelima : Orang yang tertimpa waswas, pengobatannya adalah dengan cara memperdalam ilmu agama agar jiwanya tersibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat. Adapun orang yang kerasukan pengobatannya adalah dengan dibacakan Al Qur'an, diruqyah dan menghadap kepada Allah Subhaanahu wata’aala.



Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

http://www.salafybpp.com/aqidah-islam/101-perbedaan-antara-kesurupan-dan-waswas.html

Membantah Ahlul Bid’ah, Sebab Perpecahan?

Banyak orang mengatakan bahwa pihak-pihak yang membantah ahlul bid’ah mereka itu adalah penyebab perpecahan.
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan:
Benar, mereka itu adalah penyebab perpecahan (yakni yang membedakan dan memisahkan, pent) antara yang haq dengan yang batil, ini yang benar.
Kami membedakan/memisahkan antara yang haq dengan yang bathil, antara ahlul haq dengan ahlul bathil. Senantiasa kami akan membantah (kebatilan dan para pelakunya), demikian pula para ulama juga membantah mereka.
Yang seperti ini bukanlah untuk membikin perpecahan, akan tetapi justru ini untuk menyatukan umat di atas al-haq. Karena keberadaan umat manusia di atas kesesatan dan di atas pemikiran-pemikiran yang batil, inilah sesunggguhnya yang menyebabkan perpecahan antar umat Islam.
Adapun upaya untuk menjelaskan al-haq kepada mereka (umat Islam) adalah dalam rangka menyatukan umat di atasnya, maka inilah sesungguhnya dakwah kepada persatuan, bukan dakwah kepada perpecahan.
Dikatakan dakwah kepada perpecahan itu apabila tidak ada upaya untuk membantah ahlul bathil. Inilah sesungguhnya dakwah kepada perpecahan jika mereka memahaminya.

(Dari Ta’liq terhadap kitab Syarhus Sunnah, karya Al-Imam Al-Barbahari)

Diambil dari: http://sahab.net/forums/showthread.php?t=379463
http://www.assalafy.org/mahad/?p=520#more-520

Membantah Ahlul Bid’ah, Sebab Perpecahan? Jum'at, 01-April-2011, Penulis: Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan

Tata Cara Menangkal dan Menanggulangi Sihir Sabtu, 10-Maret-2012, Penulis: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.

Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.

Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara’, sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran.

Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena Allah Ta’ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta’ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam berbagai haditsnya sebagai berikut :

“Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab ‘Shahih Muslim’, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.”

“Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:‘Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud).

“Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lafazh: ‘Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

“Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya.

Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka.

Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek-praktek di pasar-pasar, mall-mall atau di tempat-tempat lainnya, dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak tertipu oleh pengakuan segelintir orang tentang kebenaran apa yang mereka lakukan. Karena orang-orang tersebut tidak mengetahui perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan.

Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang umatnya mendatangi para peramal, dukun dan tukang tenung. Melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan. Karena hal itu mengandung kemungkaran dan bahaya besar, juga berakibat negatif yang sangat besar pula. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.

Hadits-hadits Rasulullah tersebut di atas membuktikan tentang kekufuran para dukun dan peramal. Karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin. Padahal ini merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka. Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka.

Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan-tulisan azimat yang mereka buat, atau menuangkan cairan timah, dan lain-lain cerita bohong yang mereka lakukan.

Semua ini adalah praktek-praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan bathil dan kufur.

Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada para dukun, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, lalu menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh, pernikahan anak atau saudaranya, atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang cinta, kesetiaan, perselisihan atau perpecahan yang terjadi dan lain sebagainya. Sebab semua itu berhubungan dengan hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapa pun kecuali oleh Allah Subhanahhu wa Ta’ala.

Sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah dua Malaikat:

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”(Al-Baqarah:102)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di Akhirat nanti. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman :

“Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui.”

Kita memohon kepada Allah kesejahteraan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek perdukunan serta tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terpelihara dari kejahatan mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsi-sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan.

Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia!.

Tata Cara Menangkal Dan Menanggulangi Sihir

Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Allah juga menjelaskan tentang bagaimana cara pengobatan sihir bila telah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni cara-cara yang dibolehkan menurut hukum syara’:

Pertama: Tindakan preventif, yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfaat ialah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya seperti di bawah ini:

A. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam, atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat Kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al-Qur’an. Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :

“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”

Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

B. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

C. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”

D. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.

Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam :

“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini merupakan sebab-sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya. Yaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.

Kedua: Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dibaca dengan hati yang khusyu’, tunduk dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi. Do’a-do’a berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam me-ruqyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a) sahabat-sahabatnya dengan bacaan :

Artinya: “Ya Allah, Tuhan segenap manusia….! Hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari).

2. Do’a yang dibaca Jibril , ketika meruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.

3. Pengobatan sihir cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir. Yaitu, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana secukupnya untuk mandi; bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut; bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82 dan surat Thaha ayat 65-69.

Surat Al-A’raf ayat 117-119 yang bunyinya:

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus ayat 79-82:

“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai’. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).“

Surat Thaha ayat 65-69 yang bunyinya :

“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi.)

Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya.

4. Cara pengobatan lainnya, sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, dan bila sudah diketahui tempatnya, diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.

Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir, yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai dengan penyembelihan hewan, atau cara-cara mendekatkan diri lainnya, maka semua ini tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan syirik paling besar yang wajib dihindari.

Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun,’arraaf (tukang ramal) dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan. Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan kemudian menipu manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan dan membenarkan apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.

Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon, agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka, dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman dan agamaNya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.

(Dikutip dari tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dikirim : oleh al Akh Hari Nasution. Diterbitkan oleh Depar-temen Urusan KeIslaman, Wakaf, Dakwah Dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia)

Dikutip dari Salafy.or.id offline Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Judul: Hukum tentang Sihir dan Perdukunan/Paranormal

Petunjuk Nabi Solallahu'alaihiwasallam untuk mengobati penyakit Asmara

Asmara merupakan salah satu penyakit hati yang berbeda dengan semua penyakit, sebab maupun cara penyembuhannya bila sudah mengakar dan mendekam lama, akan sulit disembuhkan oleh dokter manapun, dan rasa sakitnya akan amat menyulitkan penderitanya.
        Allah dalam Al-Qur'an menceritakan tentang dua golongan manusia , tentang kaum wanita dan para pecandu anak-anak (lolitas's lover) . Allah menceritakan tentang istri seorang bangsawan dalam kisah yusuf. Allah juga menceritakan tentang kaum luth, saat mereka didatangi oleh beberapa Malaikat.
"Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah luth) dengan gembira karena kedatangan tamu-tamu itu luth berkata "sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kamu memberi malu kepadaku, dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina" mereka berkata. "dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi ) manusia ?" Luth berkata ."inilah putri-putriku jika kamu ingin berbuat secara halal" Allah berfirman 'demi umurmu muhammad sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan(kesesatan)" (Al-hijr : 67-72)

adapun prediksi sebagian orang yang sama sekali tidak menghargai Rasulullah Solallahu'alaihiwasallam bahwa beliau pernah tergoda oleh Zainab binti Jahsy bahwa beliau pernah melihat tubuh wanita itu lalu berkata "Mahasuci Allah yang membolak-balikan hati" hingga beliau tertusuk panah asmara, sungguh prediksi yang tidak tepat. Apalagi disebutkan bahwa kemudian Rosulullah Solallahu'alaihiwasallam berkata kepada Zaid, "jagalah dia Baik-baik "sehingga Allah berfirman :
"Dan ingatlah ketiaka kamu berkata kepada orang yang allah telah melimpahkan nikmatya kepadanya dan kamu juga telah memberi nikmat kepadanya "tahanlah terus Istrimu dan bertakwalah kepada Allah" sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia sedang Allah lah yang lebih berhak untuk ditakuti .....(Al-Ahzab : 37 )

Mereka beranggapan bahwa ini adalah kasus panah asmara. sebagian diantara mereka bahkan akhirnya menulis buku tentang asmara, disitu mereka memaparkan kisah asmara para nabi termasuk kejadian (bohong) diatas. itu jelas merupakan kejahilan. orang yang mengatkan hal itu berrati menuduh para Rasul serta memahami Al-quran tidak sebagaimana mestinya , menisbahkan kepada Nabi perbuatan yang tidak pernah beliau lakukan. karena Zainab adalah istri dari Zaid bin Haritsah. Rasulullah Solallahu'alaihiwasallam mengangkat Zaid sebagai anak. sehingga kadang dipanggil anak Muhammad. Zainab kala itu bersikat angguh dan menyombongkan diri di hadapan Zaid.
maka zaid bermusyawarah dengan Nabi untuk mencaraikannya, dan beliau berkata "tahan, jangan ceraikan dulu istrimu, bertakwalah kepada Allah" beliau menyembunyikan dari dalam dirinya keinginannya untuk menihakahi Zainab bila Zaid telah menceraikannya (berdasarkan perintah Allah) beliau khawatir terhadap gunjingan manusia bahwa ia menikahi istri anaknya sendiri. karena Zaid sudah dikenal sebagai anaknya. Itulah yang disembunyikan rosul dalam hatinya.. Bersambung..
(metode pengobatan Nabi : Ibnu Qoyyim )

Kamis, 31 Mei 2012

Cerita Kisah seorang pemuda dan bidadari bermata Jeli

Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.”

Laki-laki itu berkata, “Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.”
Aku menjawab, “Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini.”
Laki-laki itu berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku telah berjual beli kepada Allah dengan harapan mendapat Surga, mana mungkin jual beli yang aku persaksikan kepadamu itu akan melemah.” Dia berkata, “Nampaknya aku memprihatinkan kemampuan kami semua, …kalau orang kesayanganku saja mampu berbuat, apakah kami tidak?” Kemudian lelaki itu menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah kecuali seekor kuda, senjata dan sekedar bekal untuk . Ketika kami telah berada di medan dialah laki-laki pertama kali yang tiba di tempat tersebut. Dia berkata, “Assalamu ’alaika wahai Abdul Wahid,” Aku menjawab, “Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh, alangkah beruntungnya perniagaan ini.”
Kemudian kami berangkat menuju medan perang, lelaki tersebut senantiasa berpuasa di siang hari dan qiyamullail pada malam harinya melayani kami dan menggembalakan hewan ternak kami serta menjaga kami ketika kami tidur, sampai kami tiba di wilayah Romawi.
Ketika kami sedang duduk-duduk pada suatu hari, tiba-tiba dia datang sambil berkata, “Betapa rindunya aku kepada bidadari bermata jeli.” Kawan-kawanku berkata, “Sepertinya laki-laki itu sudah mulai linglung.” Dia mendekati kami lalu berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku sudah tidak sabar lagi, aku sangat rindu pada bidadari bermata jeli.” Aku bertanya, “Wahai saudaraku, siapa yang kamu maksud dengan bidadari bermata jeli itu.” Laki-laki itu menjawab, “Ketika itu aku sedang tidur, tiba-tiba aku bermimpi ada seseorang datang menemuiku, dia berkata, ‘Pergilah kamu menemui bidadari bermata jeli.’ Seseorang dalam mimpiku itu mendorongku untuk menuju sebuah taman di pinggir sebuah sungai yang berair jernih. Di taman itu ada beberapa pelayan cantik memakai perhiasan sangat indah sampai-sampai aku tidak mampu mengungkapkan keindahannya.
Ketika para pelayan cantik itu melihatku, mereka memberi kabar gembira sambil berkata, ‘Demi Allah, suami bidadari ber-mata jeli itu telah tiba.’ Kemudian aku berkata, ‘Assalamu ‘alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Pelayan cantik itu menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan terus!’
Aku pun meneruskan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di sebuah sungai yang mengalir air susu, tidak berubah warna dan rasanya, berada di sebuah taman dengan berbagai perhiasan. Di dalamnya juga terdapat pelayan bidadari cantik dengan mengenakan berbagai perhiasan. Begitu aku melihat mereka aku terpesona. Ketika mereka melihatku mereka memberi kabar gembira dan berkata kepadaku, ‘Demi Allah telah datang suami bidadari bermata jeli.’ Aku bertanya, ‘Assalamualaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, Waalaikassalam wahai waliyullah, kami ini sekedar budak dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan terus.’
Aku pun meneruskan maju, ternyata aku berada di sebuah sungai khamr berada di pinggir lembah, di sana terdapat bidadari-bidadari sangat cantik yang membuat aku lupa dengan kecantikan bidadari-bidadari yang telah aku lewati sebelumnya. Aku berkata, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pembantu dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan maju ke depan.’
Aku berjalan maju, aku tiba di sebuah sungai yang mengalirkan madu asli di sebuah taman dengan bidadari-bidadari sangat cantik berkilauan wajahnya dan sangat jelita, membuat aku lupa dengan kecantikan para bidadari sebelumnya. Aku bertanya, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, ‘Wahai waliyurrahman, kami ini pembantu dan pelayan bidadari jelita, silahkan maju lagi.’
Aku berjalan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di se-buah tenda terbuat dari mutiara yang dilubangi, di depan tenda terdapat seorang bidadari cantik dengan memakai pakaian dan perhiasan yang aku sendiri tidak mampu mengungkapka keindahannya. Begitu bidadari itu melihatku dia memberi kabar gembira kepadaku dan memanggil dari arah tenda, ‘Wahai bidadari bermata jeli, suamimu datang!’
Kemudian aku mendekati kemah tersebut lalu masuk. Aku mendapati bidadari itu duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas, bertahta intan dan berlian. Begitu aku melihatnya aku terpesona sementara itu dia menyambutku dengan berkata, ‘Selamat datang waliyurrahman, telah hampir tiba waktu kita bertemu.’ Aku pun maju untuk memeluknya, tiba-tiba ia berkata, ‘Sebentar, belum saatnya engkau memelukku karena dalam tubuhmu masih ada ruh kehidupan. Tenanglah, engkau akan berbuka puasa bersamaku di kediamanku, insya Allah. ‘
Seketika itu aku bangun dari tidurku wahai Abdul Wahid. Kini aku sudah tidak bersabar lagi, ingin bertemu dengan bida-dari bermata jeli itu.”
Abdul Wahid menuturkan, “Belum lagi pembicaraan kami (cerita tentang mimpi) selesai, kami mendengar pasukan musuh telah mulai menyerang kami, maka kami pun bergegas meng-angkat senjata begitu juga lelaki itu.
Setelah peperangan berakhir, kami menghitung jumlah para korban, kami menemukan 9 orang musuh tewas dibunuh oleh lelaki itu, dan ia adalah orang ke sepuluh yang terbunuh. Ketika aku melintas di dekat jenazahnya aku lihat, tubuhnya berlu-muran darah sementara bibirnya tersenyum yang mengantarkan pada akhir hidupnya.”
(Tanbihul Ghafilin, 395)
Sumber: 99 Orang Shalih, Penerbit Darul Haq

Minggu, 22 April 2012

Efek Minum Habbatusauda Terhadap Haid

Efek Minum Habbatus Sauda Terhadap Haid

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Istri kami positif mioum dan sesuai saran dokter hafidz konsumsi jintan hitamn (habbatus sauda),tapi kami pilh berupa minyak. Setelah minum selama 3 hari istri kami mens, dimana sebelumnya telat 1,3bulan. Darah haid keluar berupa gumpalan darah beku sebesar 1-2cm.
Pertanyaan kami:
1. Apakah istri kami boleh minum jintan hitam selama haid?
2. Darah beku yang keluar waktu haid apakah efek dari jintan hitam?
3. Berat badan istri 71kg, berapa dosis takaran jika minum jintan hitam berupa serbuk karena sekarang kami pakai minyaknya dengan aturan minum 3×3-4 kapsul/hari.
Atas jawabannya kami ucapkan terimah kasih. Wassalam.
Dari: Koko

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Terima kasih kami haturkan pada Saudara Koko atas pertanyaannya, semoga Allaah ‘Azza wa Jalla senantiasa memudahkan Saudara dan kaum muslimin seluruhnya.
Berikut jawaban yang dapat kami berikan sehubungan dengan pertanyaan Saudara:
1. Minum jintan hitam atau habbatau sauda’ selama haid boleh-boleh saja, sepanjang tidak dirasakan adanya efek samping yang berat seperti mual, muntah, ruam kemerahan menyeluruh pada kulit, dan semisalnya –meskipun hal ini sepengetahuan kami jarang terjadi-.
2. Darah beku yang keluar sewaktu haid, kami belum bisa memastikan apakah efek dari jintan hitam atau tidak jika tidak melakukan pemeriksaan dan penelusuran dengan lebih seksama. Apabila sebelumnya istri Saudara tidak pernah mengalami keluhan serupa, ada kemungkinan berkaitan dengan efek jintan hitam. Namun sepanjang tidak ada keluhan perdarahan yang banyak melebihi kondisi haid biasanya, kami sarankan untuk meneruskan jintan hitam dengan harapan gumpalan darah beku tersebut berasal pula dari jaringan miom yang mati karena jintan hitam memiliki efek antitumor yang sangat baik.
3. Dosis takaran untuk serbuk berdasarkan sumber yang ada pada kami: Untuk BB 71 kg, lebih kurang 4×4 kapsul/hari. Dapat juga Saudara kombinasikan dengan minyak zaitun, lebih baik extra virgin olive oil, dengan ciri warna hijau gelap dan biasanya dikemas dalam botol kaca gelap, 3 x 1 sendok teh, namun sebaiknya dikonsumsi dengan jarak 1 jam setelah minum jinten hitam.
Semoga bermanfaat bagi Saudara dan keluarga.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dijawab oleh dr. Hafid N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Kaitan Nyeri Pinggang dengan Ginjal

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
Usia saya 26 tahun, saya bekerja 8 jam dalam ruangan AC, duduk dan menghadap monitor, pulang pergi ke kantor naik motor sejauh kurang lebih 40 km, intinya saya lebih sering posisi duduk dan jarang gerak. Beberapa bulan terakhir pinggang bawah (belakang pusar) agak ke bawah sedikit, terasa nyeri apalagi dalam posisi membungkuk (saat wudu/ruku’). Apakah yg terjadi pada saya Dok? Apakah ada gejala penyakit ginjal? Adakah tips/terapi/senam yang bisa saya lakukan? Adakah ramuan alami yang dapat saya konsumsi untuk nyeri pinggang tersebut?
Terima kasih atas jawabanya.
Dari: Sandi
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku yang semoga senantiasa dalam limpahan rahmat dan taufik AllahSubhanahu wa Ta’ala, sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara ajukan. Semoga sedikit informasi berikut dapat membantu.

Hubungan Antara Banyak Minum dan Gerak dengan Kerja Ginjal

Saudara, sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami ingin sedikit mengupas lebih dalam judul di atas, agar di kemudian hari kebiasaan banyak minum dan bergerak dapat diterapkan.
Ginjal merupakan salah satu organ dengan fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia. Ginjal sendiri merupakan organ berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan, dan terletak di kedua sisi tulang belakang, setinggi tulang rusuk yang paling bawah. Ginjal terdiri dari unit-unit penyaring mini yang disebut nefron, yang merupakan unit fungsionalnya. Beberapa fungsi ginjal bagi tubuh manusia antara lain:
- Membuang bahan tak terpakai sisa metabolisme tubuh.
- Membuang sisa obat-obatan dalam tubuh.
- Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah.
- Memproduksi bentuk aktif vitamin D yang membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
- Mengontrol produksi sel darah merah.
Fungsi terpenting ginjal adalah menyaring zat buangan dan racun dari tubuh, dengan jumlah total penyaringan sekitar 190 l dalam 24 jam. Sebagian besarnya diserap kembali oleh tubuh, dan sekitar 1-2 l dikeluarkan dalam bentuk urin.
Fungsi dan kesehatan ginjal terkait erat satu sama lainnya. Jumlah cairan tubuh yang memadai akan membantu ginjal berfungsi dengan baik, sekaligus menjaga kesehatannya. Jumlah cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi per hari minimal adalah 2 l air (air putih). Konsumsi ini hendaknya ditingkatkan pada kondisi banyak berkeringat dan beraktivitas untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Jika tubuh kekurangan cairan –terhadap ginjal khususnya-, maka akan timbul risiko penyakit, seperti batu ginjal. Batu ginjal muncul akibat terkonsentrasinya zat-zat tertentu dalam urin, karena urin yang pekat. Pada urin yang encer, zat tersebut sulit untuk terkumpul. Urin yang pekat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan dalam tubuh. Selain itu, pembuangan toksin dan zat sisa lainnya tidak dapat berlangsung lancar, begitu pula aliran darah untuk memberi nutrisi pada ginjal, padahal beberapa zat toksin serta bahan obat dapat merusak ginjal secara langsung. Sehingga risiko terjadinya kerusakan pada ginjal semakin besar, yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal.
Gerak yang aktif, tentunya yang lebih bermakna adalah olahraga yang sesuai dan teratur, mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, termasuk ginjal. Olahraga yang teratur membantu melancarkan sirkulasi darah dari dan ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal, membantu mengefektifkan pengeluaran toksin dari tubuh, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan efektifitas kerja berbagai hormone, misalnya insulin -peranannya sangat penting dalam penyakit Diabetes-, dan mengurangi risiko penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Padahal diketahui bahwa penyakit-penyakit tersebut memiliki kaitan erat dengan kerusakan ginjal. Oleh karena itu, olahraga dan gerak tubuh yang cukup membantu menjaga kesehatan ginjal; baik secara langsung dengan membantu melancarkan aliran darah dan membuang racun dan tidak langsung melalui pencegahan terhadap penyakit berat lainnya yang dapat merusak ginjal.

Apakah Nyeri Pinggang Gejala Sakit Ginjal?

Nyeri pinggang semata dapat dikatakan keluhan yang tidak spesifik untuk sakit ginjal. Namun pada beberapa keadaan, penyakit ginjal memang disertai oleh sakit ginjal. Beberapa kondisi tersebut diantaranya:
  • Batu saluran kemih. Batu pada saluran kemih seperti diuraikan di atas, terbentuk dari konsentrat zat-zat tertentu yang mengkristal dalam urin dan dapat berada di mana saja di sepanjang saluran kemih. Contoh batu antara lain batu yang terbentuk dari zat kalsium dan oksalat. Gejalanya antara lain: nyeri yang berat pada salah satu atau bahkan kedua sisi punggung bagian bawah; nyeri bagian bawah punggung yang lebih ringan namun terasa tumpul, atau sakit perut yang tak kunjung sembuh, mual atau muntah, demam dan menggigil, urin yang berbau tidak sedap atau berwarna keruh.
  • Infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih utamanya disebabkan virus, dapat terjadi organ perkemihan yang mana saja. Namun yang paling sering menimbulkan nyeri di daerah pinggang adalah infeksi pada ginjal dan ureter; saluran penghubung ginjal dan kandung kemih. Gejalanya adalah demam, menggigil, nyeri pinggang, nyeri ketok daerah punggung bawah, mual, muntah, lemas, dan bisa disertai urin yang keruh.
  • Penyakit lain yang bisa saja menimbulkan rasa nyeri di pinggang, atau perut bagian bawah, bisa saja berasal dari otot yang keseleo di daerah tersebut, atau penyakit usus seperti usus buntu. Kami sarankan bagi Saudara, selain meneliti gejala di atas. untuk mengetahui lebih lanjut apakah gejala yang Saudara derita berhubungan dengan penyakit saluran kemih, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan urin untuk memeriksa kandungan urin dan fungsi ginjal Saudara.

Tips dan Bahan Alami Untuk Mengatasi Nyeri pinggang

Beberapa tips yang kami anjurkan bagi Saudara, terutama merujuk pada gaya hidup yang Saudara jalani sekarang antara lain:
- Minumlah air putih minimal 2 l per hari. Jika aktivitas Saudara berlebih, minumlah lebih banyak. Untuk memudahkan mengingat saat kerja, selalu sediakan sebotol besar air di atas meja kerja sehingga mudah dilihat dan diraih kapan saja. Jangan tunggu sampai haus, karena ketika tubuh haus, berarti kekurangan cairan sudah terjadi.
- Usahakan untuk bergerak di saat kerja. Biasakanlah untuk bangkit dan berjalan setiap sekitar 30 menit, untuk meregangkan tubuh atau melakukan gerakan senam singkat selama 5 menit.
- Usahakan untuk meluangkan waktu untuk berolahraga rutin, minimal 30 menit setiap harinya, 5-6 kali dalam seminggu, misalnya dengan lari, jogging, skipping, atau olahraga aerobik. Teori memang lebih mudah daripada praktiknya, namun jangan pernah berhenti untuk berusaha.
- Mengurangi makanan atau minuman dengan kandungan garam berlebih.
- Memperbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
- Adapun terapi dengan ramuan alami bagi keluhan Saudara, berdasarkan bukti empiris yang ada pada kami, antara lain ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung. Saudara bisa memilih mengonsumsi dalam bentuk rebusan daun segar atau ekstrak praktis yang kini tersedia di pasaran, Alhamdulillah.
Allahu Ta’ala a’lam, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dijawab oleh dr. Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Minggu, 22 Januari 2012

Adakah Khasiat Asmaul Husna ?

Tanya:
Assalamualaikum ustadz, saya selalu mengunjungi blog antum dan banyak mendapatkan ilmu dari ustadz. Jazakalloh khoiron katsiro.
Saya mo tanya disalah satu dinding facebook,saya membaca bahwa kalo membaca As Salaam= Yang memberi keselamatan.
Khasiatnya: Kalau kita membaca “Yaa Salaam” setiap hari sebanyak 136 kali, maka insya allah penyakit yangg kita derita dalam tubuh kita dapat sembuh.
Al Maliku= Yang Merajai.
Khasiatnya, apabila kita membaca “Yaa Maliik” setiap pagi atau setelah matahari tergelincir sebanyak 121 kali, maka insya allah pada satu ketika kita akan menjadi kaya dengan izin allah Ta’ala. Namun kitapun harus tetap rajin bekerja dan berusaha mencari rezeki, tidak berarti hanya berdo’a saja tanpa usaha.
Apakah ada dalilnya mengamalkan asmaul husna? Bolehkah saya mengutip penjelasan ustadz di facebook saya untuk menyampaikanya ke teman saya?
(Abdullah)
Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Seorang muslim tidak boleh menetapkan sesuatu  dan fadhilah (keutamaan) kecuali dengan dalil yang shahih dan pemahaman yang benar.
Dan pendapat yang mengatakan bahwa setiap nama dari Asmaul Husna memiliki keutamaan khusus adalah pendapat yang tidak ada dalilnya dan termasuk mengada-ada di dalam agama. Demikian pula mengulang-ulang sebuah nama diantara Asmaul Husna juga tidak ada dalilnya.
Berkata Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu berkata ketika menyebutkan beberapa kesalahan yang terjadi dalam pengamalan asmaul husna:
فمن ذلكم نشرة توزع في الآونة الأخيرة درجت بين العوام والجهال، يزعم كاتبها أن أسماء الله الحسنى لكل اسم منها خاصية شفائية لمرض معين، فلأمراض العين اسم، ولأمراض الأذن اسم، ولأمراض العظام اسم، ولأمراض الرأس اسم، وهكذا، وحدد لتلك الأمراض أعدادا معينة من تلك الأسماء.
وهذا من الباطل الذي ما أنزل الله به من سلطان، ولا قامت عليه حجة ولا برهان، بل ليس في الأذكار المشروعة والرقى المأثورة إلا ما هو جملة تامة، وليس فيها تكرار لاسم بهذه الطريفة المزعومة في تلك النشرة، وقد ارتكب بهذا العمل جنايتين:
الأولى: إدخال الناس في هذا العمل المحدث غير المشروع
الثانية: شغل الناس عن الأذكار المأثورة والرقى المشروعة في الكتاب والسنة
“Diantara (kesalahan-kesalahan tersebut) selebaran yang dibagikan akhir-akhir ini diantara orang awam dan orang-orang yang tidak tahu, penulisnya menyangka bahwa setiap nama diantara nama-nama Allah yang husna keutamaan penyembuhan untuk penyakit tertentu, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit mata, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit telinga, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit tulang, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit kepala, dan seterusnya, dengan menentukan untuk setiap penyakit beberapa nama-nama Allah.”
“Ini semua adalah kebathilan yang Allah tidak menurunkan dalil tentangnya, tidak berdasarkan hujjah dan keterangan yang jelas, bahkan yang ada di dalam dzikir-dzikir yang disyariatkan dan ruqyah-ruqyah yang ada dalilnya adalah kalimat yang sempurna, dan tidak ada mengulang-ulang nama, sebagaimana dalam selebaran tersebut.”
Penulis tersebut dengan amalan ini telah melanggar 2 perkara:
Pertama: Memasukkan manusia di dalam amalan baru yang tidak disyariatkan ini
Kedua: Memalingkan manusia dari dzikir-dzikir dan ruqyah-ruqyah yang disyari’atkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. (Fiqh Al-Asmaul Husna hal: 66-67).
Cara yang benar adalah berdoa kepada Allah dengan Asmaul Husna dan berdoa dengan nama Allah yang sesuai dengan keadaannya. Allah ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ) (الأعراف:180) )
“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. 7:180)
Misalnya:
  • Ya Syafi, isyfini (Wahai Yang Maha Penyembuh, sembuhkanlah aku)
  • Ya Rahman, irhamni (Wahai Yang Maha Penyayang, sayangilah aku)
  • Ya Razzaq, urzuqni (Wahai Yang Maha Pemberi rezeki, berilah aku rezeki)
Kemudian hendaknya  sebab untuk mewujudkan apa yang dia minta seperti bekerja, berobat dll, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah semata.
Wallahu a’lam.
Ustadz Abdullah Roy, Lc.
Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com